KADIS PERKIM SULBAR “STOP MEMBANGUN SEMBARI MENUNGGU GANTI RUGI”

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman  Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Sulbar) H. Syaharuddin melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama stakeholder percepatan penanganan permasalahan yang ada di Bandar Udara (Bandara) Tampa Padang Mamuju Sulawesi Barat di Ruang Rapat VIP Bandara Tampa Padang Rabu 6 Maret 2024.

Hadir dalam rakor tersebut Kepala Bandara Tampa Padang, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamuju, Kepala Dinas PTSP Kabupaten Mamuju, serta unsur pemerintah dari kecamatan Kalukku.

Dalam Rakor tersebut membahas tentang  bagaimana menertibkan warga masyarakat yang ada di sekitar Bandara Tampa Padang yang belum dibayarkan ganti rugi lahannya  oleh pemerintah agar tidak melakukan pembangunan terus menerus.

Hal tersebut disampaikan Kadis Perkim Sulbar H. Syaharuddin saat memulai rapat.

“hari ini kita semua hadir untuk mencari langkah apa yang akan kita lakukan bersama untuk menertibkan masyarakat dalam hal ini pemilik lahan yang belum mendapatkan ganti rugi agar tidak selalu membuat bangunan yang baru lagi” kata Syahar.

Seperti yang kita tahu bersama bahwa dalam pengembangan pembangunan Bandara Tampa Padang diperlukan lahan seluas 162 hektar, untuk itu pemerintah melalui Dinas Perkim Sulbar berkewajiban untuk melakukan pembebasan lahan sesuai kebutuhan pengembangan tersebut, namun karena keterbatasan anggaran sehingga pembebasan lahan tersebut dilakukan secara bertahap.

Dalam Site Plan sudah digambarkan batas – batas lahan masyarakat yang akan dilalui pengembangan pembangunan Bandara, sehingga pemerintah sudah seringkali memberitahukan ke masyarakat agar lahan yang masuk dalam site plan untuk ikut mendukung pemerintah dalam pengembangan tersebut dengan tidak selalu melakukan penambahan bangunan pada lahan masing – masing, namun kondisi yang ditemui dilapangan berbanding terbalik dengan harapan pemerintah.

Untuk itu Kadis Perkim berinisiatif untuk melakukan pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan yang ikut andil dalam percepatan pengembangan pembangunan Bandara Tampa Padang agar mendapatkan solusi apa yang harus di tempuh agar masyarakat berhenti menambah bangunan baru.

“semoga hari ini kita bisa mendapatkan solusi terbaik agar masyarakat juga ikut serta mendukung pemerintah dengan stop menambah bangunan baru lagi sembari menunggu pembayaran ganti rugi” kata syahar menjelaskan.

Dari seluruh stakeholder yang hadir hampir semua mengusulkan agar Pemerintah Sulawesi Barat dalam hal ini Gubernur untuk menyurat ke Pemerintah Kabupaten (pemkab) Mamuju agar pemkab Mamuju segera mengekuarkan himbauan tertulis yang ditujukan kepada masyarakat yang lahannya masuk dalam site plan untuk tidak melakukan penambahan bangunan karena tanpa himbauan tertulis tersebut unsur pemerintah yang ada di Tampa Padang kecamatan Kalukku tidak dapat berbuat banyak dalam mencegah masyarakat untuk tidak melakukan pembangunan lagi, namun jika hal itu tetap dilakukan harus dibuktikan dengan surat Persetujuan  Bangunan Gedung (PBG) dari Dinas PTSP, dan jika PBG tersebut tidak ada maka bangunannya tidak akan diberikan ganti rugi oleh pemerintah.

Hal itulah yang menjadi kesimpulan pada rakor tersebut dan menjadi kesepakatan bersama.

“segera kami akan menyurat ke pemkab Mamuju dalam hal ini Bupati untuk pembuatan himbauan tertulis namun terlebih dahulu kami akan memohon petunjuk kepada pimpinan kami dalam hal ini Pj. Gubernur Prof. Zudan” tutup Syahar.

PERKIM SULBAR SEGERA LAKUKAN PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN LAPAS SULAWESI BARAT

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman  Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Sulbar) H. Syaharuddin segera akan melakukan pengadaan tanah pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) yang ada di Sulawesi Barat.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Barat Marasidin di ruang kerjanya Senin 4 Maret 2024.

“kami akan segera melakukan tahapan pengadaan tanah rencana pembangunan Lapas di sulawesi barat, namun terlebih dahulu kami akan melakukan survey lahan bersama tim dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Barat, untuk mengetahui apakah lahan yang telah kami siapkan sudah memenuhi syarat dalam pembangunan suatu lapas” kata Syahar.

Lanjut Syahar mengatakan bahwa ada 2 (dua) lahan yang sudah disiapkan dan  akan di disurvey bersama tim Kemenkumham, dan jika sudah memenuhi syarat pihak perkim akan segera melakukan tahapan pengadaan tanahnya.

“ada 2 lahan yang yang akan kami tunjukkan kepada Kemenkumham yaitu lahan yang ada  lingkungan Katapi kelurahan Bebanga kecamatan Kalukku seluas 8 hektar dan satu lagi ada di Desa Tadui Kecamatan Mamuju seluas 5 Hektar” lanjut Syahar menjelaskan.

Ditanya mengenai anggaran untuk pengadaan tanah tersebut Kadis Perkim Sulbar menjawab bahwa semuanya sudah disiapkan di anggaran tahun 2024 ini.

anggaran sudah ada, sisa deal lahannya saja, jika pihak Kemenkumham wilayah sulbar sudah menentukan lahan mana yang cocok segera kami akan lakukan proses pengadaan tanahnya dibulan April ini” tutup syahar.

PERKIM SULBAR MELAKUKAN KOORDINASI DAN IDENTIFIKASI RELOKASI KORBAN BENCANA GEMPA BUMI DUSUN AHOLEANG DESA MEKATTA KECAMATAN MALUNDA KABUPATEN MAJENE

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Prov. Sulbar) kembali  melakukan koordinasi terkait kelanjutan relokasi korban bencana gempa bumi di dusun Aholeang Desa Mekatta Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene pada senin 19 Februari 2024 yang lalu.

Ditemui di ruang kerjanya setelah apel pagi senin 26 Februari 2024 Kepala Bidang  Perumahan (Kabid Perumahan) Asrul membenarkan hal tersebut dan telah melaporkan hasilnya ke Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman H. Syahruddin, dalam laporannya beliau menyampaikan bahwa dirinya dan tim sudah berkoordinasi ke Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan Kab. Majene) terkait kelanjutan relokasi korban bencana gempa bumi dusun Aholeang Desa Mekatta Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene.

“kami sudah melakukan koordinasi ke Perkimtan Kab. Majene dan bertemu lagsung dengan Kadis Perkimtan Ibu Rima untuk memperoleh informasi progres relokasi korban bencana gempa bumi dusun Aholeang Desa Mekatta Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene” kata Asrul.  

Sebelumnya bahwa Dusun Aholeang adalah salah satu dusun yang masyaraktnya juga terdampak bencana Gempa Bumi yang terjadi pada tahun 2021 silam, sebanyak 75 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat gunjangan gempa 6,2 Magnitudo.

Bantuan untuk merelokasi masyarakat Aholeang sudah disalurkan melalui dana corporate social responsibility (CSR) Bank Sulselbar namun hanya mampu menyelesaikan 25 rumah dikarenakan anggaran sangat terbatas.

Hal tersebutlah sehingga Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat H. Syaharuddin memerintahkan Kabid Perumahan dan tim untuk berkoordinasi dan melakukan identifikasi ke Dusun Aholeang Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

Berdasarkan hasil koordinasi ke Dinas Perkimtan Kabupaten Majene Asrul menyampaikan bahwa di Pemkab Majene telah membebaskan seluruh bidang tanah tempat merelokasi korban bencana gempa Aholeang namun menurut Kadis perkimtan Kab. Mejene Rima anggaran untuk melanjutkan pembangunan rumah lagi sudah tidak memiliki anggaran lagi.

“sisa lahan tempat merelokasi korban bencana Dusun Aholeang sudah dibebaskan namun anggaran untuk melanjutkan pembangunan rumah pemkab Majene sangat terbatas, jadi kami hanya menyarakan untuk menyurat bermohon bantuan ke Kementerian yang membidangi perumahan, dan Perkim Prov. Sulbar untuk anggaran tahun 2024 ini hanya bisa melakukan perencanaan penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU)” kata Asrul menjelaskan.

Lanjut Kabid Perumahan menyampaikan bahwa setelah melakukan koordinasi ke Perkimtan Kab. Majene, dirinya dan tim berkesempatan melakukan identifikasi ke tempat relokasi korban bencana dusun aholeang dan bertemu langsung dengan kepala dusun dan warga masyarakat, menurut mereka ada beberapa Sarana Prasarana dan Utilitas Umum yang saat ini mereka sangat butuhkan.

“setelah kami mengidentifikasi ternyata warga yang ada disana itu sangat membutuhkan sumur bor dan jalan beton dikeranakan mereka masih kekurangan air untuk kebutuhan sehari – hari dan akses jalan yang mereka gunakan masih menggunakan jalan tanah, semoga anggaran di triwulan II tahun ini kami dapat segera melaksankan perencanaan fasilitas tersebut” tutup Asrul.

PERKIM SULBAR MENERIMA KUNJUNGAN KERJA ANGGOTA DPRD KOMISI II KABUPATEN ENREKANG PROVINSI SULAWESI SELATAN

Senin, 26 Februari 2024 Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Prov. Sulbar) menerima kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi II Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan.

Anggota DPRD Komisi II yang hadir dalam kunker tersebut adalah ketua komisi II Abdul Wahid Arsyad serta beberapa anggotanya dan juga staf pendamping komisi II DPRD Kabupaten Enrekang.

“selamat datang kami ucapkan kepada rombongan anggota DPRD Komisi II kabupaten Enrekang, selamat datang di Mamuju Sulawesi Barat” ujar Syahar memulai pembicaraan.

Adapun maksud dan tujuan kedatangan Anggota DPRD Komisi II Kab. Enrekang tersesebut adalah ingin mendapatkan informasi dan penjelasan terkait Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ada di Sulawesi Barat, hal tersebut disampaikan oleh ketua komisi.

“kedatangan kami ini, sesuai isi surat yang sudah kami layangkan sebelumnya, kami ingin mendapatkan informasi dan sharing tentang bagaimana mekanisme BSPS yang ada di Sulawesi Barat” ujar Arsyad sebagai juru bicara rombongan.

Dalam Penerimaanya dan untuk memenuhi permintaan anggota DPRD komisi II Kabupaten Enrekang, Kadis Perkim tak lupa menghadirkan Kapala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Sulawesi Barat Alwi Mahdali sebagai stakeholder yang sudah sejak lama menangani BSPS di Wilayah Sulawesi Barat.

Alwi menjelaskan banyak hal tentang BSPS, mulai dari mekanisme penyelenggaraan BSPS sampai kepada sejauh mana pemerintah dapat berkolaborasi dalam menyelenggarakan BSPS.

Diakhir pertemuan Ketua Komisi II DPRD kabupaten Enrekang sangat berterima kasih, karena pihaknya sudah disuguhkan begitu banyak ilmu pengetuahuan tentang penyelenggaraan BSPS yang ada di Sulawesi Barat yang akan dijadikan bahan pembanding untuk kabupaten Enrekang nantinya.

PENYEDIAAN PSU UNTUK WILAYAH KABUPATEN MAMASA PERKIM SULBAR IDENTIFIKASI EMPAT DESA

Setelah Kabupaten Majene dan Polewali Mandar (Polman), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Prov. Sulbar) melanjutkan mengidentifkasi kegiatan Penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) untuk wilayah Kabupaten Mamasa pada 19 Februari 2024.

Ditemui diruang kerjanya setelah melaksanakan Apel Pagi dan Doa Bersama Senin, 26 Februari 2024 Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman H. Syaharuddin menjelaskan bahwa Kepala Bidang Permukiman (Kabid Permukiman) Reski Ridwan bersama Pejabat Pelaksan Teknis Kegatan PSU wilayah Kabupaten Mamasa Muhammad Yusuf telah melaporkan hasil identifikasi penyediaan PSU di wilayah kabupaten Mamasa tahun anggaran 2024.

“ada empat desa yang sudah kami identifikasi untuk wilayah Mamasa yaitu pekerjaan air bersih lingkungan Palambasang Kelurahan Tawalian, pembangunan rabat beton permukiman dan bangunan pelengkap di Desa Bala Batu dan desa Kanan Kecamatan Tandu Kalua serta di desa Kebanga Kecamatan Buntu Malangka” ujar Syahar.

Lanjut Syahar menyampaikan bahwa hasil identifikasi untuk penyediaan air bersih Lingkungan Palambasang Kelurahan Tawalian kondisi masyarakatnya masih sangat sulit dengan air bersih karena masih menampung air hujan untuk kebutuhan rumah tangga.

Sedangkan rencana pembangunan rabat beton di desa Bala Batu dan desa Kanan kondisi saat dilakukan identifikasi adalah masyarakat sangat mebutuhkan pembangunan rabat beton tersebut utamanya untuk mempermudah akses menuju sekolah bagi pelajar SDN 008 dan SMK Neg.1 Tandu Kalua SD. Inpres Mesakada , SD Kanan dan juga untuk mempermudah akses jalan seluruh masyarakat dalam melaksanakan rutinitas setiap hari.

Ditemui ditempat yang berbeda Kepala Bidang Permukiman Reski Ridwan yang didampingi PPTK Muhammad Yusuf menambahkan khusus untuk perencanaan pembangunan rabat beton di desa Kebanga Kecamatan Buntu Malangka juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar namun akan dipertimbangkan terlebih dahulu karena anggaran yang ada tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“untuk perencanaan pembangunan rabat beton di desa Kebanga Kecamatan Buntu Malangka kemungkinan masih sulit dilaksanakan dalam waktu dekat ini dikarenakan wilayahnya sangat jauh sementara anggaran yang ada tidak sebanding dengan kondisi dilapangan, untuk itu kami masih akan mencari solusi apakah bisa dimasukkan dalam anggaran perubahan atau seperti apa kita lihat saja nanti perkembangannya” pungkas Reski mengakhiri perbicangan kami.

PERKIM SULBAR MELAKUKAN IDENTIFIKASI PSU UNTUK WILAYAH KABUPATEN POLMAN

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Sulbar) kembali melaksanakan Identifikasi Penyediaan Parasarana Sarana dan Utilitas (PSU) untuk wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Permukiman (Kabid Permukiman) H. Reski Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya Jumat, 23 Februari 2024.

“saya dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) PSU wilayah Kabupaten Polman bapak Muhammad Yusuf beserta dengan tim telah melakukan identifikasi PSU wilayah kabupaten Polman di hari senin tanggal 19 Februari 2024 yang kami awali dengan melakukan koordinasi ke Pemerintah Kabupaten Polman melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan  Pertanahan” Kata reski menjelaskan.

Untuk wilayah kabupaten Polman ada 37 lokasi yang telah di identifikasi untuk perencanaan pembangunan PSU yang terdiri dari Rabat Beton, Drainase, Penyediaan Air Bersih dan khusus untuk tahun 2024 akan dilakukan rencana Pembangunan Pagar Pekuburan.

Ditemui ditempat yang berbeda PPTK penyediaan PSU wilayah Polman Muhammad Yusuf menyampaikan desa yang telah dilakukan  identifikasi beserta dengan kondisi yang dijumpai di lapangan.

“untuk pembangunan rabat beton ada desa Petoosang, Luyo, Tutar, Katumbangan, Pussui, Barumbung, Basseang, Sumberejo, Jambu Malea, Ujung Baru, Buku dan Sidorejo yang kondisinya saat ini masih berupa jalan tanah serta ada juga yang sudah tidak layak karena jalannya sudah rusak dan berlubang” ujar Yusuf.

Sedangkan untuk pembangunan drainase ada di desa Lembang, Kalummang, Laliko, Kandeapi, Alu, Basseang, Sumarrang, Manding, Wonomulyo, Sidodadi, Palatta, Bumiayu, Banato dan Desa Bumimulyo, dan juga tak kalah penting penyediaan Air bersih  di desa Boroangin dan Rea yang menurut Yusuf saat diindetifikasi masyarakat dilingkungan desa tersebut tidak memiliki distribusi air bersih yang tercukupi.

Selain rabat beton, drainase dan penyediaan air bersih untuk tahun 2024 ada tambahan perencanaan pembangunan PSU yang akan dilakukan oleh Dinas Perkim Prov. Sulbar yaitu pembangunan sarana Pagar Pekuburan.

Ditemui di ruang kerjanya untuk mengkonfirmasi hal tersebut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat H. Syaharuddin mengatakan bahwa ada dua desa yang rencana akan dilakukan pembangunan sarana pagar pekuburan yaitu desa Banua dan desa Ugi.

“untuk tahun ini kami berencana untuk melakukan pembangunan sarana pagar pekuburan  di desa Banua dan desa Ugi yang hasil Indentifikasinya telah dilaporkan  oleh Kabid Permukiman Reski Ridwan beserta tim bahwa di dua desa ini memiliki area pekuburan yang tidak tertata dengan baik, kuburan yang ada terlihat menyatu dengan jalan umum jadi alangka eloknya jika pekuburan tersebut  dibuatkan pagar yang akan membatasi jalan sehingga lebih kelihatan rapi” kata Syahar.

Lanjut Syahar menyampaikan setelah proses identifikasi dilakukan segera akan diteruskan untuk proses perencanaan.

PERKIM SULBAR DUKUNG PUTRI INDONESIA SULAWESI BARAT DI AJANG PEMILIHAN PUTRI INDONESIA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2024

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Sulbar) H. Syaharuddin menerima lawatan Putri Indonesia Sulawesi Barat Andi Aisyah di ruang kerjanya pada Senin 12 Februari 2024.

Andi Ica begitu sapaannya adalah Putri Indonesia Sulawesi Barat yang akan mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia di tingkat nasional yang akan berlangsung pada  tanggal 20 februari hingga 18 Maret 2024 di Jakarta.

Kadis Perkim menyampaikan akan mendukung sepenuhnya Putri Indonesia Sulawesi Barat dalam berkompetisi di tingkat nasional.

“kami siap memberikan dukungan terbaik kepada Andi Ica untuk mengikuti pemilihan Putri Indonesia di tingkat nasional, yang tentunya akan memberikan pengaruh positif kepada para anak muda milenial untuk terus berkarya memperkenalkan Sulawesi Barat yang kaya akan budaya” kata Syahar kepada Andi Ica yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Darmawati dan Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sariani Lasami.

Kadis Pariwisata menambahkan bahwa keikutsertaan Putri Indonesia Sulawesi Barat ditingkat nasional akan memberikan dampak positif dalam hal mempromosikan budaya dan pariwisata Sulawesi Barat agar lebih dikenal di mata dunia, untuk itu dukungan dari pemerintah dan warga Sulawesi Barat sangat diharapkan.

“doa dari kami untuk Andi Ica semoga sukses dan dapat mengharumkan nama Sulawesi Barat dikancah nasional” pungkas Syahar.

PERKIM SULBAR LAKUKAN PERCEPATAN PROSES HIBAH TANAH, RUMAH DAN PSU KEPADA PEMKAB MAJENE

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Kadis Perkim Prov. Sulbar) H. Syaharuddin didampingi Kepala Bidang Perumahan (Kabid Perumahan) Asrul melakukan Konsolidasi dengan Pemerintah Kabupaten Majene (Pemkab Majene) terkait Proses Hibah Aset Tanah dan Rumah beserta Prasarana Sarana dan Utilitas umum (PSU) bagi Korban Bencana di Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene pada Selasa 6 November 2024.

Saat ditemui Kadis Perkim menyampaikan bahwa konsolidasi terkait hibah tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Majene Arismunandar yang hari itu didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mejene Rima.

“konsolidasi yang kami lakukan selasa kemarin itu karena kami ingin melakukan  percepatan proses hibah aset untuk Pemkab Majene berupa tanah dan rumah yang dilengkapi fasilitas PSU yang telah kami bangun untuk masyarakat korban bencana di desa Kabiraan yang sampai hari ini masih tercatat sebagai aset Pemprov. Sulbar” kata Syahar saat ditemui setelah melakukan lawatannya di Kabupaten Majene.

Ditemui ditempat yang sama Kepala Bidang Perumahan Asrul juga menambahkan bahwa dalam melakukan proses hibah ada beberapa syarat administrasi yang harus dilengkapi oleh pemerintah kabupaten Majene.

“kami juga menyampaikan kepada Pemkab Majene agar segera membuat surat permintaan hibah kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam hal ini Gubernur untuk dijadikan dasar atau syarat  pembuatan hibah nantinya” ucap Asrul.

“jika surat permintaan hibah itu sudah ada, proses hibahnya akan segera kami laksanakan” pungkas Asrul.

Sebelumnya Dinas Perumahan dan Kawasan permukiman Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan pembangunan rumah bagi korban bencana di desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene sebanyak 24 unit rumah yang dilengkapi dengan Parasarana Sarana dan Utiltas Umum (PSU) berupa rabat beton, drainase, talud, dan penyediaan air bersih dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Dearah (APBD) tahun 2022 dan 2023 yang serah terima penggunaannya kepada masyarakat yang terdampak becana telah dilakukan pada bulan Desember tahun 2023, namun belum menghibahkannya kepada Pemerintah Kabupaten Majene.

PERKIM SULBAR AKAN MEMBANGUN RABAT BETON DAN PENYEDIAAN AIR BERSIH DI BEBERAPA DESA DI KABUPATEN MAJENE

Selang sehari setelah  mendampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat H. Syaharuddin berkosolidasi dengan Pemerintah Kabupaten Majene terkait Indentifikasi Penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU), Kepala Bidang Permukiman H. Reski Ridwan bertolak ke titik Identifikasi perencanaan penyediaan PSU untuk wilayah Kabupaten Majene.

Ditemui di titik lokasi indentifikasi tersebut Kabid Permukiman menjelaskan bahwa untuk Wiayah Kabupaten Majene ada 3 (tiga) desa dilakukan pengidentifikasian.

“ada 3 desa yang kami sambangi hari ini, yaitu desa Salabose Kecamatan Banggae dan desa Ulidang Kecamatan Tammero’do untuk pembangunan Rabat Beton serta desa Pangaliali Kecamatan Banggae  untuk penyediaan Air bersih” ucap reski.

“mengidentifikasi penyediaan PSU permukiman terhadap usulan masyarakat harus dilakukan secar cermat agar pada saat pelaksaan perencanaan konstruksi dapat berjalan dengan lancar, dan yang paling penting asas manfaat benar – benar dapat dinikmati oleh masyarakat” tambah Kabid Permukiman

Mengindentifikasi lokasi Penyediaan PSU bertujuan menyesuaikan usulan kebutuhan masyarakat dengan yang ada dilapangan serta tak lupa memperhatikan batas kewenangan penanganan PSU yang nantinya akan di harmonisasikan dengan pemerintah kabupaten.

“harapan kami,  semoga  kami pemerintah provinsi dapat berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten untuk menyempurnakan penyediaan fasilitas – fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat, sejalan dengan arahan Pj. Gubernur Sulawesi Barat Prof. Zudan bahwa tanggungjawab membahagiakan masyarakat ada dipundak kita” pungkas Reski.

SIAP IDENTIFIKASI PENYEDIAAN PSU, PERKIM SULBAR LAKUKAN KONSOLIDASI KE PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Kadis Perkim Prov. Sulbar) H. Syaharuddin didampingi oleh Kepala Bidang Permukiman (Kabid Perkim) H. Reski Ridwan melakukan Konsolidasi Ke Pemerintah Kabupaten Majene, Selasa 6 Februari 2024.

Konsolidasi kali ini yang bertemu langsung dengan Wakil Bupati Majene Arismunandar terkait Identifikasi Penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat (Perkim Prov. Sulbar) tahun anggaran 2024 di Wilayah kabupaten.

“hari ini kami datang untuk menyampaikan kepada Wakil Bupati Majene bahwa kami Perkim Sulbar akan segera melakukan kegiatan Identifikasi Penyediaan PSU untuk wilayah Kabupaten Majene tahun anggaran 2024” kata syahar sesaat setelah dari ruang kerja Wakil Bupati Majene.

Kegiatan Identifikasi PSU adalah kegiatan yang wajib dilakukan sebelum perencanaan pembangunan fasilitas – fasilitas PSU yang dibutuhkan masyarakat dalam suatu permukiman, memastikan kesesuaian antara usulan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Kepala Dinas Perkim juga menyampaikan bahwa lawatannya ini sangat diapresiasi oleh wakil Bupati Majene yang saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Majene Rima.

“pak Wakil Bupati dan bu Kadis Perkimtan majene sangat mendukung program kegiatan Kami, dan siap mengawal tahapan – tahapan kegiatan penyediaan PSU yang akan kami laksanakan mulai dari identifikasi, perencanaan dan sampai pada tahapan Pelaksanaan nantinya” tambah Syahar.

Ditemui ditempat yang sama Kabid Permukiman yang juga selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan juga menjelaskan bahwa setelah konsolidasi dilakukan, dirinya dan seluruh tim teknis akan segera melakukan identifikasi di 7 (tujuh) titik lokasi yang ada di kabupaten Majene.

“setelah ini kami akan langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi, kami harus bergerak cepat karena bukan cuma kabupetan Majene saja yang harus kami identifikasi, tetapi ada Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah, Pasangkayu dan Mamuju yang harus kami selesaikan dalam waktu 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu kedepan” kata Reski menegaskan.

“kami optimis bulan februari ini kegiatan identifikasi Penyediaan PSU untuk seluruh kabupaten akan selesai sesuai jadwal kegiatan yang telah kami buat” Pungkas Kabid Perkim mengakhiri wawancara kami.

Sebelumnya sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Prof. Zudan Arif Fakrulloh untuk seluruh Kepala Perangkat Daerah melakukan konsolidasi ke Kabupaten sebelum melaksanakan kegiatan guna menjaga sinergitas dan harmonisasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.